Selasa, 23 Juni 2009

Relevansi Paket C

Setiap tahun, setelah proses pengumuman anak kelas tiga yang mengikuti ujian nasional, maka secara spontan, Pendidikan Luar Sekolah (PLS) mengumumkan untuk penerimaan siswa gagal ujian untuk mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh program tersebut. Tentu saja nantinya ijasah yang diterimakan kepada siswa adalah ijasah Paket C, ijasah setara SLTA.
Begitu juga halnya dengan anak-anak sekolah kejuruan. Mereka yang mengalami kegagalan saat mengikuti ujian nasional diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian nasional untuk mendapatkan ijasah Paket C. Mereka tidak perlu mengikuti kegiatan pembelajaran sebagaimana anak didik reguler untuk program Paket C. Kita tahu bahwa rata-rata peserta program ini adalah mereka yang sudah berumur tetapi tidak mempunyai ijasah sebagaimana tuntutan tempat kerja, rata-rat peserta didiknya adalah mereka yang sudah bekerja.Tentgunya hal ini merupakan pemenuhan atas tuntutan perusahaan atau kantor atas posisi kerja mereka. Tetapi bagaimana dengan anak-anak yang baru tidak lulus?
Mereka menempuh pendidikan dan belajar di sekolah kejuruan adalah untuk mempersiapkan diri agar mempunyai kompetensi yang siap dijadikan sebagai berkas pendukung pekerjaan. Tetapi ketika mereka gagal di dalam proses ujian nasional, maka selanjutnya mereka berada pada ambang keraguan yang amat sangat.Mereka tidak tahu apakah harus meneruskan ataukah mengikuti ujian Paket C yang ditawarkan kepada mereka.
Tentunya dalam kondisi seperti ini, guru mempunyai kewajiban untuk memberikan pandangan tentang program tersebut. Dan, oleh guru secara maksimal disarankan untuk mengulang sekolah saja agar tidak terjadi perbedaan antara kompetensi dengan ijasah yang didapatkan. Tetapi sebagai program pemerintah, maka guru tetap harus memberikan penjelasan, yang kadang tidak sesuai dengan kondisi agar anak didik ikut program Paket C ini. Misalnya, relevansi ijasah Paket C dengan kesempatan mendapatkan pekerjaan yang layak bagi kehidupan mereka.
oleh karena itulah, seharusnya Pengelola program Paket C ini melakukan langkah konkrit dengan sosialisasi ke tempat-tempat, sekolah-sekolah sehingga secara gamblang semua mengetahui relevansi dan keterpakaian ijasah Paket C dalam kehidupan agar tidak ada kengambangan respon terhadap program ini. Selama ini yang terjadi adalah pengelola program ini hanya menunggu bola, kurang sosialisasi ke amsyarakat pendidikan, khususunya sehingga terlihat sepi..
Kalau kegagalan anak didik dalam ujian nasional adalah pada 3 bidang, BBM ( Bahasa Bahasa dan Matematika) mungkin mengikuti ujian Paket C masih relevan. tetapi ketika anak didik mengalami kegagalan di Uji teopri kejuruan, apakah relevansinya ujian Paket C, sebab anak didik yang gagal darti sekolah kjeuruan ternyata dikelompokkan pada sekolah umum kelompok IPA, yang salah satunya ada Biologi. Kalau anak didik yang gagal adalah dari sekolah kejuruan progarm keahlian mesin, apa relevansinya mesin dengan Biologi?

Tidak ada komentar: