Jumat, 25 Desember 2009

Introspeksi Diri

Manusia adalah makhluk sosial, yaitu makhluk yang senantiasa membutuhkan eksistensi makhluk yang lainnya, khususnya sesama manusia. Sementara setiap manusia mempunyai sikap dan sifat dasar yang berbeda. Padahal mereka harus berinteraksi antar sesama sehingga kehidupan berjalan lancar.Akibatnya, setiap kali mereka berinteraksi terbuka peluang untuk terjadinya friksi antar personal. Friksi ini jika tidak segera diselesaikan secara bijak, tentunya membuahkan benturan yang dapat merusak pondamen interaksi tersebut.
Disamping hal tersebut diatas, interaksi antar personal menjadikan setiap person harus dapat menahan diri dan dapat segera melakukan introspeksi terhadap setiap hal yang sudah, sedang dan akan dilakukan dalama kehidupannya. menahan diri dan introspeksi diri merupakan satu sikap positif yang harus dikembangkan oleh setiap personal sehingga berhasil dalam membina hubungan antar pribadi dalam masyarakat.
Terkait dengan dunia pendidikan,menahan diri dan introspeksi menjadi bagian penting dan kegiatan penting sebab segala yang diajarkan dalam proses pendidikan dan pembelajaran adalah hal-hal positif yang menuntut setiap orang untuk berlapang hati dan berbesar jiwa setiap kali menghadapi kondisi yang terjadi dalam kehidupan. Kegiatan pendidikan dan pembelajaran adalah kegiatan positif, artinya mengarahkan seluruh aktivitas pelakunya dalam koridor nilai positif kehidupan.
Untuk hal tersebut, maka dunia pendidikan membutuhkan sikap tegas dan tegar agar dapat menumbuh kembangkan kedisiplinan kepada anak didik. Kedisiplinan dipercaya merupakan satu-satunya jalan agar kehidupan kita dapat mengalir pada jalur positif.Sementara, salah satu metode yang efektif untuk proses pendisiplinan adalah pemaksaan agar terbiasa bersikap sebagaimana yang diharapkan. Untuk dapat disiplin, pada awalnya memang harus dipaksakan, setelah hal tersebut terjadi, maka dapat menajdi satu kebiasaan dan pola hidup.
Disiplin adalah pola hidup dan semua itu harus dikondisikan.
Sebagai institusi penyelenggara pendidikan, yang salah satunya mendisiplinkan anak didik, maka setidaknya ada dua hal yang dapat dilakukan yaitu memberi reward dan punnishment terhadap segala hal yang dilakukan oleh anak didik. Reward dan punnishment merupakan metode efektif untuk dapat mendisiplinkan anak didik.Hal ini untuk mengimbangi kebiasaan yang diberlakukan di lingkungan keluarga dan masyarakat. dan, memang reward dan punnishment harus diberikan sebagai konsekuensi tindakan setiap orang. Reward adalah hadiah yang diberikan kepada seseorang yang dianggap telah melakukan sesuatu yang berarti bagi komunitasnya, sedangkan punnishment merupakan hukuman yang diberikan karena seseorang telah melakukan kesalahan atau pelanggaran terhadap tata aturan yang berlaku. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar.
Oleh karena itulah, maka seharusnya kita selalu melakukan introspeksi terhadap diri sendiri jika menghadapi permasalahan terkait dengan upaya pendisiplinan diri. Jadi disiplin tidak dapat tercipta tanpa adanya pemaksaan, pada awalnya dan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan. Dan reward dan punnishment adalah hal biasa dalam proses pendisiplinan. Yang terpenting adalah kita harus memahami situasi yang sesungguhnya sedang terjadi. Setidaknya, jika kita ingin menciptakan suatu kondisi penuh kedisiplinan, maka kita perlu mendukung segala langkah untuk itu. Sangatlah tidak bijak jika kita memojokkan seseorang yang berupaya mendisiplinkan karena memberi punnishment kepada orang dekatnya,justru membombong orang dekatnya sebagai sosok positif jika di lingkungannya, di rumah. Ini hanyalah sebuah aroganisme,harusnya jika kita sudah mempercayai seseorang untuk membimbing anak kita menjadi disiplin dan bersikap positif dalam hidupnya, maka kita dukung semua langkah yang diambil untuk mewujudkan hal tersebut.
Mari kita introspeksi terhadap segala hal......Jangan termakan oleh gembosan yang tidak bertanggungjawab...

Tidak ada komentar: