Senin, 21 Desember 2009

Perlu Peranan Aktif dan POsitif Orangtua

Dalam proses pendidikan dan pembelajaran, ada 3 (tiga) elemen utama yang bertanggungjawab atas kesuksesan program dan pelaksanaan kegiatan. Ketiga elemen utama ini harus bersinergi jika mengingnikan hasil maksimal dari proses pendidikan dan pembelajaran. Tanpa kemauan dan kemampuan bersinergi, tentunya akan terjadi silang pendapat, bahkan perbedaan pesrepsi yang memungkinkan terjadinya friksi dan benturan yang seharusnya tidak perlu terjadi. ketiga elemen tersebut adalah pemerintah (sekolah), Orangtua, dan masyarakat. Ketiga elemen ini harus menjadi satu bagian yang integral agar tujuan pendidikan dan pembelajaran tercapai.
Bahwa, ketiga elemen tersebut bertanggungjawab atas proses, tetapi terbatas oleh kapasitas dan waktu yang dimilikinya. Proses pendidikan secara formal memang diselenggarakan di sekolah, selanjutnya harus ditopang secara aktif dan positif oleh orangtua dan masyarakat. Artinya, kita tidak boleh hanya mengandalkan proses yang dilaksankaan di sekolah sebab proses tersebut hanya berlangsung selama 5 (lima) jam saja setiap harinya, sementara sisanya, yaitu sekitar 19 jam anak ada di lingkungan keluarga dan masyarakat. Tentunya hal ini perlu mendapatkan perhatian dari ketiga elemen terkait proses pendidikan.
Walaupun sekolah sebagai institusi formal pendidikan, tetapi kenyataan waktu yang tersedia sangatlah terbatas dan terkalahkan oleh lingkungan keluarga dan masyarakat. Boleh jadi sekolah sudah mengarahkan, membimbing anak agar berlaku positif dan mempunyai pengetahuan serta keterampilan, tetapi jika tidak didukung oleh orangtua dan masyarakat tentunya semua yang dilakukan oleh sekolah sama sekali tidak bermanfaat. Percuma saja semua hal positif yang sudah diberikan oleh sekolah jika ternyata anak didik tidak mendapatkan hal yang sama saat berada di lingkungan keluarga, apalagi dimasyarakat.
Sementara kita sangat menyadari bahwa peranan lingkungan keluarga dan masyarakat sangatlah menentukan keberhasilan dalam membimbing anak untuk menjadi sosok-sosok yang berkepribadian positif serta mampu survive dalam hidupnya.
Selanjutnya yang menjadi permasalahan, dan seringkali hal ini terjadi sehingga sangat menyudutkan eksistensi sekolah sebagai lembaga menyelenggara pendidikan, nilai-nilai positif untuk kehidupan adalah peranan orangtua yang tidak mendukung program dan proses pendidikan anak-anaknya, justru menyudutkan sekolah sebagai institusi yang negatif.
Seringkali kita mendengar berita bahwa ada guru yang memberikan penanganan kepada anak didiknya karena telah melakukan sebuah kesalahan atau beberapa kesalahan, tetapi selanjutnya ornagtua tidak melihat hal ini sebagai upaya positif untuk mengarahkan anaknya menjadi sosok positif, mala memojokkan sekolah sebagai institusi negatif sebab melakukan hal yang salah.
Pada saat sekarang eksistensi guru dalam proses pendidikan memang sangat riskan, bahwa apa yang dilakukan oleh guru tidak pernah keluar dari program pendidikan anak-anak, termasuk dalam hal ini ketika guru menangani anak-anak bermasalah. Mereka melihat hal tersebut sebagai penganiayaan, bahkan mereka tega memberitakan secara besar-besaran di media massa, yang lucu lagi media massa tidak menanggapi secara imbang, malah membuat kejadian kecil menjadi sangat besar, bombamtis!
Peranan orangtua di dalam proses pendidikan anak memang sangat diharapkan sebagai sebuah kerjasama mutualisme sehingga anak merasa benar-benar mendapatkan proses yang benar. Oleh karena itulah, maka bentuk kerja sama atau peran aktif dan positif orangtua adalah mendukung setiap kegiatan yang dilakukan oleh sekolah dan bukan mementahkannya, apalagi sampai menyerang sekolah hanya karena sekolah atau oknum guru memberikan penanganan atas pelanggaran yangd ilakukan oleh anak-anak.
Bagaimanapun, setiap yang dilakukan oleh sekolah adalah amsih berada di dalam koridor pendidikan dan pembelajaran, oleh karena itulah, setidaknya perlu konfirmasi dan hati dingin saat menghadapi persoalan seperti ini. Kita tidak boleh mengedepankan emosi.
Oleh karean itulah, perlu peran aktif dan positif orangtua saat menghadapi permasalahan anak di sekolah. TUjuan kita adalah mengarahkan agar anak kita emnajdi sosok-sosok yang mengerti tanggungjawab dan kewajiban hidupnya, kita tidak perlu membombong anak sebagai sosok yang mengerti dans ebagainya. Ketika kita mendapati anak kita bermasalah, maka dalam hal ini kita tetapkan tujuan agar anak dapat lebih baik. Kita tdiak perlu membesar-besarkan masalah melainkan memahami masalah dengan bijak dan kebijakan yang tinggi.
Guru di sekolah adalah sebagaimana ibu dan bapak di rumah, tidak ada yang berlaku diluar kendali saat menangani anak bermasalah. Yang dilakukan oleh guru adalah standar perlakuan terhadap anak-anak.
Di masa ke depan, peran aktif dan positif orangtua sangat menentukan keberhasilan anak-anak kita,dukung kegiatan sekolah selama semua itu sesuai dengan koridor pendidikan yang diselenggarakan olehs ekolah.
semoga semua ebrjalan lancar. Amin

Tidak ada komentar: